Home Sosial & Budaya Urusan Patung Dewa Perang Ditutupi Kain 40 Rol

Urusan Patung Dewa Perang Ditutupi Kain 40 Rol

423
SHARE
Patung dewa perang Kwan Seng Tee Koen di Kelenteng Kwan Sing Bio, di Tuban, Jawa timur, yang sudah ditutup kain untuk meredam keluhan masyarakat.
Loading...

TUBAN (Rakyat Independen)- Terkait keberadaan patung dewa perang Kwan Seng Tee Koen di Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, warga Tuban bereaksi biasa. Mereka menganggap Kelenteng Kwan Sing Bio merupakan salah satu ikon Tuban.

Patung itu menjadi viral sejak diunggah ke Facebook dan dibandingkan dengan patung Jenderal Sudirman. Patung itu juga ramai diperbincangkan di Twitter. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tuban segera tanggap dan menggelar pertemuan, dihadiri Bupati Tuban Fathul Huda dan Wakil Bupati Noor Nahar Husein, Ketua DPRD Miyadi, Kepala Kepolisian Resor Tuban Ajun Komisaris Besar Fadly Samad, dan Komandan Komando Distrik Militer 0811 Letnan Kolonel Infantri Sarwo Supriyo.

Saat ini personel Kepolisian Resor Tuban masih berjaga bergantian. Dikuatirkan pengunjung mengambil gambar dan disebar ke media sosial sehingga memperuncing polemik. Patung itu berada dalam kelenteng sisi belakang tidak terlihat dari jalan raya. Namun, yang tersebar di media sosial seolah-olah di lapangan terbuka.

Sejak diurus pada 16 Maret 2016, izin mendirikan bangunan (IMB) patung belum bisa diterbitkan karena ada persyaratan yang belum dilengkapi. Persoalan meyangkut IMB akan ditindaklanjuti Pemkab Tuban.

Untuk meredam keriuhan di masyarakat, patung ditutupi kain putih. Kain yang digunakan 40 rol masing-masing sepanjang 30 meter. Penutupan itu atas permintaan pihak kelenteng sampai ada keputusan lebih lanjut.

Menurut Ketua Kelenteng Kwan Sing Bio, Gunawan Putra, patung Kwan Sing Tee Koen merupakan bagian dari ibadah umat Khonghucu dan tidak diekspos untuk publik. Pendirian patung itu dilindungi undang-undang karena bagian dari ibadah.” Patung Kwan Sing Tee Koen ada di hampir semua kelenteng di Indonesia,” katanya. (Agung DePe)

 

Loading...
SHARE