Home Sambang Desa Tim Sergap Mabesad Kunjungi Kodim 0811 Tuban, Lakukan Pertemuan di Sumurcinde, Soko

Tim Sergap Mabesad Kunjungi Kodim 0811 Tuban, Lakukan Pertemuan di Sumurcinde, Soko

95
SHARE
Tim Sergap Mabesad dipimpin oleh Kolonel Kav Ahmad Siad,S.Ip, saat disambut Forpimka Soko, kunjungan ke Kodim 0811 Tuban, di Balai desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa timur, Sabtu (10/6/2017).

TUBAN (Rakyat Independen)- Tim Sergap (Serap Gabah Petani) Mabesad Jakarta, melaksanakan kunjungan kerja di Kodim 0811 Tuban. Kali ini, mereka berkunjung ke petani yang berada di Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (10/6/2017).

Tim Sergap Mabesad dipimpin oleh Kolonel Kav Ahmad Siad,S.Ip, dengan didampingi Dandim Tuban Letkol Inf Sarwo Supriyo, Kadistan dan Ketananan Pangan Tuban Murtadji, Kepala Subdivre III Bulog Bojonegoro Ikhsan, beserta rombongan lainnya.

Mereka disambut oleh Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Soko, yakni Camat Soko Suwito, Kapolsek Soko AKP Yudhi Hermawan yang diwakili Wakapolsek Soko Ipda Gunadi dan Danramil Soko Kapten Inf Andul Wahab, Kepala desa Sumurcinde Samsul beserta perangkatnya dan Gapoktan Sumurcinde dan Bangunrejo beserta anggotanya serta undangan lainnya.

Acara didahului dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan selamat datang yang disampaikan oleh Camat Soko Suwito. Sebagai tuan rumah, pihaknya mengucapkan selamat datang kepada Tim Mabesad yang dikomandani oleh Kolonel Kav Ahmad Riad,S.Ip, beserta rombongan dan undangan lainnya.

“Wilayah Kecamatan Soko merupakan salah satu lumbung padi yang berada di wilayah Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa timur. Hal itu dikarenakan pertanian di Soko maju dengan adanya pertanian sistem areal, dengan dialiri oleh Bengawan Solo. Bagi warga Soko, Bengawan Solo itu membawa berkah tersendiri. Walaupun di sisi lain, di musim penghujan bisa juga memberi musibah banjir,” tegas Camat Soko Suwito, Sabtu (10/6/2017).

Berita Terkait  Pengendara Yamaha Vixon Nabrak Pejalan Kaki, Keduanya Masuk Rumah Sakit
Tim Sergap Mabesad dipimpin oleh Kolonel Kav Ahmad Siad,S.Ip, berfoto bersama dengan Forpimka Soko, Gaoktan dalam kunjungan ke Kodim 0811 Tuban, di Balai desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa timur, Sabtu (10/6/2017).

Selain itu, di wilayah kecamatan Soko ini ada permasalahan yang dihadapi petani yaitu masalah pupuk. Hal itu, dikarenakan pihak pemerintah tidak bisa memberikan subsidi secara penuh 100 persen . sehingga hal ini bisa menjadi problem bagi petani di sini. Namun, pihaknya berharap dengan adanya pendampingan dari TNI ini, diharapkan pendistribusian pupuk bisa lancar karena terus didampingi oleh TNI sehingga tak ada lagi oknum yang bermain-main terhadap distribusi pupuk ke petani itu.

Sementara itu, Ketua Tim Sergap Mabesad Kolonel Kav Ahmad Siad,S.Ip, dalam kata sembutannya mengatakan, Mengapa TNI ikut terjun ke sawah karena dulu Indonesia itu sudah pernah mengalami kejayaan dengan menjadi negara swasembada pangan, tapi setelah itu Indonesia harus impor beras dari Luar negeri (LN).

“Melihat sejarah keberhasilan Swasembada pangan yang pernah diraih negara kita itu, sehingga TNI turut berperan mendampingi petani untuk meningkatkan produktifitas pertanian, perluasan lahan tanam hingga percepatan tanam padi untuk menuju tercapainya swasembada pangan Indonesia itu. Dan mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai lumbung pangan,” tegas Ketua Tim Sergap Mabesad Kolonel Kav Ahmad Siad,S.Ip, Sabtu (10/6/2017).

Masih menurut Ahmad Siad, bahwa Program Menteri Pertanian ke depan yaitu akan memberikan kartu ATM kepada petani, sebagai alat transaksi apapun yang berkaitan dengan urusan partanian, sangatlah tepat. Hanya saja, akan muncul tantangan baru, karena petani Indonesia saat ini rata-rata berusia diatas 40 tahun. Sehingga pemerimntah perlu membuat program untuk memobilitasi anak-anak muda untuk mau terjun dan bekerja sebagai petani.

Berita Terkait  Pelaku Curanmor Yang Tewas di Malo. Kini, Teman Beraksinya Berhasil Ditangkap Tim Buser

“Kami berharap agar memaksimalkan pemuda dalam pengolahan dan mengenal pertanian dengan alat-alat pertanian yang semakin canggih itu. Mesin itu seharusnya dioperatori oleh anak-anak muda, sehingga pertanian ke depan sangat butuh peran pemuda. Peran pemuda dalam pertanian harus jadi garda terdepan untuk keberlangsungan swasembada pangan di Indonesia ini,” ungkapnya.

Tim Mabesad berharap, agar petani menjual hasil panen padinya ke ke Bulog di daerahnya masing-masing. Dalam waktu dekat pemerintah akan mengirim bantuan beras ke Papua dan NTT sehingga membutuhkan stock dan pasokan gabah dari petani yang cukup memadai.

Diakhir sambutanya disampaikan, ada kendala yang dialami oleh Korem 082/CPYJ terhadap wilayah Tuban yang berada di wilayah binaannya. Sebab, Tuban dialiri Bengawan Solo dan sering terjadi banjir itu. Namun, hal itu tak menjadi persoalan yang berarti sebab sudah ada sistem areal yaitu tanam padi dengan memanfaatkan sungai Bengawan Solo. Serta bisa di atur waktu tanamnya sesuai dengan lokasi saat tak terjadi banjir luapan Bengawan Solo itu.

“Dengan pendampingan yang dilakukan oleh TNI, diharapkan Jawa timur bisa mempertahankan prestasinya sebagai Lumbung pangan nomor satu tingkat nasional. Jika perlu, produktifitas padi akan terus meningkat di Jawa timur ini,” pungkasnya. **(Mudji/Red).

Loading...
SHARE