Home Hukum & Kriminal Tim Panther Resmob Polres Bojonegoro, Gerebek Pabrik Arak dengan Barang bukti 66,6...

Tim Panther Resmob Polres Bojonegoro, Gerebek Pabrik Arak dengan Barang bukti 66,6 Ton Arak Atau Senilai 3,3 Miliar

307
SHARE
Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro,SH,SIK,M.Si, saat mendatangi TKP Pabrik arak milik SHJ (59) yang berada di Dusun Jomblong, Desa Sraturejo RT 002, RW 001, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (23/9/2017).
Loading...

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Siapa sangka, di tengah perkampungan padat penduduk di sebuah gudang milik tersangka SHJ (59) yang berada di Dusun Jomblong, Desa Sraturejo RT 002, RW 001, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, terdapat pabrik minuman keras (miras) jenis arak. Produksi arak besar-besaran itu, digeregek Tim Panter Resmob Polres Bojonegoro, Sabtu (23/9/2017) sekira pukul 19:30 wib.

Kejadian itu terungkap saat Panther Resmob Polres Bojonegoro mendapat informasi dari warga, jika di sekitar gudang yang berkedok agen elpiji dan air mineral tersebut, ada bau menyengat persis baunya tape dan terasa asam dan menyengat yang sangat mengganggu warga sekitar.

Berbekal laporan tersebut, akhirnya Tim Panther Resmob Polres Bojonegoro, melakukan penyelidikan ke lokasi dimaksud. Setelah diselidiki diduga di dalam gudang tersebut terdapat produksi miras jenis arak. Sehingga, dilakukan penggerebekan di gudang yang berada di Dusun Jomblong, Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (23/9/2017) sekira pukul 19:30 wib.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro,SH,SIK,M.Si, kepada para awak media membenarkan adanya penggerebekan pabrik miras jenis arak dengan produksi skala besar dengan barang bukti di dalam gudang tersebut berupa 333 buah drum warna biru yang masing-masing berisi 200 liter bahan baku arak (fermentasi) atau total keseluruhan berisi 66.600 ribu liter atau 66,6 Ton liter lebih adan ditaksir senilai Rp 3,3 milliar serta sejumlah barang bukti lain.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro,SH,SIK,M.Si, saat mendatangi TKP Pabrik arak milik SHJ (59) yang berada di Dusun Jomblong, Desa Sraturejo RT 002, RW 001, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (23/9/2017)

“Dalam penggerebekan tersebut berhasil diamankan pemilik gudang SHJ (59) dan AV yang keduanya beralamat sama, yaitu di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Tersangka mengaku telah memproduksi arak selama 7 (tujuh) bulan lamanya, yang diedarkan di wilayah Lamongan, Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro,SH,SIK,M.Si, sesuai dengan pengakuan tersangka.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari lokasi tersebut berupa 333 buah drum warna biru yang masing-masing berisi 200 liter bahan baku arak (fermentasi) atau total keseluruhan berisi 66.600 ribu liter atau 66,6 kilo liter dan ditaksir senilai Rp 3,3 milliar; 96 buah tabung LPG @ 3 kilogram; 110 sak gula pasir Merk PTPN-X @ 50 kilogram; 2 buah mesin pemanas; 159 kardus yang berisikan minuman arak siap jual, masing-masing kardus berisi 12 botol @ 1,5 liter, sehingga total 1.908 botol atau total 2.862 liter arak siap edar.

Selain itu diamankan juga 2 buah bak warna kuning yang berisikan arak dari hasil pemanasan; 2 buah bak warna kuning yang berisikan limbah dari hasil pemanasan; 2 buah mesin pompa air untuk proses penyedotan bahan baku dari drum dan 27 koli botol kosong masing-masing terdiri dari 72 botol ukuran 1,5 liter, atau total sebanyak 1.944 botol.

Masih menurut Mas Wahyu SB, – demikian, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro,SH,SIK,M.Si, menambahkan mengingat banyaknya barang bukti (bb) yang didapati petugas, untuk sementara bb di tatap ada di TKP (Tempat Kejadian Perkara) yaitu gudang milik SHJ (59) dengan dipasang garis polisi (police line).

“Hingga siang ini, barang bukti masih berada di lokasi gudang milik tersangka,” imbuh Kapolres.

Atas perbuatannya, oleh penyidik pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yaitu disangka melanggar Pasal 204 Ayat (1) KUHP, barang siapa menjual, menawarkan, menyerahkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang, sedangkan sifat berbahaya itu tidak diberitahukannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun dan atau pasal Pasal 137 ayat (1 ) dan atau Padal 135 UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan, setiap orang yang memproduksi pangan yang dihasilkan dari Rekayasa Genetik Pangan yang belum mendapatkan persetujuan keamanan pangan sebelum diedarkan dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas ) tahun atau denda paling banyak Rp 10 milliar.

“Saat ini pelaku diamankan di Mapolres Bojonegoro guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. **(Kis/Red).

Loading...
SHARE