Home Catatan Tepi Sosialisasi Bahaya Narkoba, di Kegiatan Non Fisik TMMD Ke-100 Kodim 0813 Bojonegoro

Sosialisasi Bahaya Narkoba, di Kegiatan Non Fisik TMMD Ke-100 Kodim 0813 Bojonegoro

105
SHARE
Kasat Kasat Narkoba Polres Bojonegoro AKP Ramelan sekaligus menjadi nara sumber atau pemateri tentang upaya pencegahan peredaran narkoba, di TMM Ke-100 Kodim 0813 Bojonegoro, yang digelar di Balai desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Senin (9/10/2017).
Loading...

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Keberhasilan Polres Bojonegoro dalam giat Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2017. Mengisyaratkan, bahwa narkoba sudah merambah ke wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Bahkan, narkoba sudah merambah hingga ke wilayah perdesaan di Bumi Angling Dharma itu.

Kondisi itu, membuat Sat Res Narkoba Polres Bojonegoro gencar melakukan giat operasi dan melakukan pencegahan dengan sosialisasi bahaya narkoba dengan sasaran para pelajr, remaja dan pemuda yang bakal melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Termasuk dengan menggelar sosialisasi anti narkoba yang digelar di Balai Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Senin (9/10/2017).

Sosialisasi bahaya narkoba dihadiri Kasat Narkoba Polres Bojonegoro AKP Ramelan sekaligus menjadi nara sumber atau pemateri tentang upaya pencegahan peredaran narkoba di Kota Ledre itu. Kasat Narkoba yang didampingi Kepala desa Meduri Hariyono, begkenan hadir untuk memberikan pencerahan akan bahayanya narkoba terhadap para remaja, pemuda dan masyarakat Meduri, Margomulyo, yang menjadi sasaran penyuluhan Kegiatan non fisik TMMD Ke-100 Kodim 0813 Bojonegoro tersebut.

Kasat Narkoba Polres Bojonegoro AKP Ramelan, dalam penyampaiannya materinya mengatakan bahwa permasalahan narkoba kini telah menjadi permasalahan bangsa yang dampaknya telah merambah ke hampir ke seluruh pelosok desa, bahkan narkoba ini tidak mengenal usia tempat maupun jabatan.

Dijelaskan, adiksi atau ketergantungan terhadap narkoba merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami ketergantungan secara fisik dan psikologis terhadap suatu zat adiktif yang terkandung dalam narkoba.

“Masyarakat bukannya tidak tahu, tapi belum memahami tentang apa itu masalah adiksi yang dialami oleh pengguna narkoba. Jika sudah terkena, sistem otak yang sudah rusak tidak dapat sembuh. Para pengguna hanya dapat pulih melalui rehabilitasi, agar dapat bangkit dan menata kehidupan untuk masa depan yang lebih baik,’’ tuturnya.

Lebih lanjut Ramelan mengemukakan, penyuluhan ini juga bertujuan untuk menciptakan keluarga serta lingkungan yang bebas narkoba. diharapkan dengan sosialisasi ini, mereka dapat bersinergi dengan TNI/Polri dan perangkat desa untuk memberikan contoh dan bimbingan pada keluarga dan masyarakat sekitarnya tentang bahaya narkoba bagi kehidupan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala desa Meduri Hariyono juga menyampaikan, bahwa sosialisasi bahaya narkoba ini dalam rangkaian kegiatan TMMD ke-100 dari Kodim 0813 Bojonegoro. Adapun sosialisasi ini dimaksudkan agar seluruh warga Desa Meduri dan perangkat desa bersama-sama tahu bahaya narkoba yang saat ini tidak tak hanya menyasar usia dewasa, bahkan usia remaja dan anak-anak juga menjadi target para pengedar narkoba tersebut.

“Untuk itu maka dengan hadirnya narasumber dari Sat Narkoba Polres Bojonegoro diharapkan menjadi sebuah jawaban sebagai langkah yang baik dalam membendung serta mencegah narkoba yang hendak masuk dalam wilayah desa kita ini,” katanya sambil berharap. **(Yan/Red).

Loading...
SHARE