Home Hukum & Kriminal Pemerkosaan dan Pembunuhan Sadis Pengkol, di Rekontruksi

Pemerkosaan dan Pembunuhan Sadis Pengkol, di Rekontruksi

913
SHARE
Pelaku dan korban saat rekonruksi di sungai, Senin (1/8/2016). Saat mereka berdua berenang di sungai hingga pelaku memperkosa dan membunuh korban.
Loading...

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Rasa haru bercampur dengan gemas dan emosi ketika melihat rekontruksi pemerkosaan dan pembunuhan anak dibawah umur Cahya Amelia Zahra (10) oleh Ahmad Rifa’I (20) yang keduanya warga Desa Pengkol, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, Senin (1/8/2016).

Rekontruksi yang seharusnya dilaksanakan di TKP (Tempat Kejadian Perkara) di Desa Pengkol yang dialihkan ke Desa Mojoranu itu, disebabkan pertimbangan keamanan. Hal itu, merupakan antisipasi ancaman keamanan saat rekontruksi berlangsung. Dikhawatirkan orang tua dan keluarga besar korban marah dan emosi saat “dipraktekkannya” pemerkosaan dan pembunuhan yang sadis dan keji itu.

Sebelum di awali rekontruksi, pihak Satreskrim Bojonegoro menyampaikan kepada Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro dan warga Mojoranu dan sekitarnya yang turut menyaksikan rekrontrusi tersebut. Disampaikan, ada 47 adegan, mulai dari pelaku yang akrab disapa Arif itu bertandang ke rumah korban hingga pembunuhan terjadi.

“Ada 47 adegan yang dilakukan oleh pelaku, mulai dari pelaku bertamu ke rumah korban, mengajak ke sungai untuk mandi, pemerkosaan hingga pembunuhan gadis yang masih berusia 10 tahun itu,” demikian disampaikan Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Wibowo, saat mengikuti rekontruksi, Senin (1/8/2016) itu.

Kronologi pemerkosaan dan pembunuhan itu berawal dari pelaku yang dolan ke rumah korban, saat itu korban sedang duduk-duduk di ruang tamu bersama adiknya. Kemudian, pelaku menawarkan kepada korban untuk mandi bersama di sungai yang jaraknya sekitar 400 meter dari rumah korban. Dia akhirnya pergi berduaan dan adiknya ditinggal di rumah.

Keduanya berjalan kaki ke arah sungai dan sesuai rencana mereka mandi bersama. Mungkin, karena korban masih anak-anak dan masih sepupu dengan pelaku sehingga korban biasa saja, saat di ajak turun dan mandi berdua ke sungai itu.

Di sungai yang berada di barat rumah korban itu, mereka bertemu dengan Insya (55) yang saat itu sedang cari ikan. Pelaku sempat menegur Insya dan selanjutnya mereka berjalan ke arah selatan untuk mandi. Di sebelah selatan, mereka juga bertemu dengan Rusman (35) yang juga sedang cari ikan.

Keduanya mandi bersama dan setelah dirasa keadaan mulai sepi pelaku mulai melakukan aksinya untuk mengajak korban melakukan hubungan layaknya suami istri. Ketika korban menolak, pelaku mengancam akan membunuh korban. Saat mereka mandi, ternyata ada orang lain yang mengetahui keberadaan mereka.

Pelaku mempraktekkan bagaimana dia membopong korban di bawa ke bawah pohon bambu dan mayat korban digeletakkan dengan ditutupi daun bambu yang sudah kering. pada rekontruksi, Senin (1/8/2016).
Pelaku mempraktekkan bagaimana dia membopong korban di bawa ke bawah pohon bambu dan mayat korban digeletakkan dengan ditutupi daun bambu yang sudah kering. pada rekontruksi, Senin (1/8/2016).

“Waktu mereka berdua mandi, saya sedang mencangkul di sawah yang berada di timur sungai (Perengan, Jawa Red). Tapi, saya tidak curiga sama sekali karena mereka berdua kan masih keluarga. Setelah, saya selesai mencangkul, saya langsung pulang dan mereka terlihat masih ada di sungai itu,” ujar Lek Mat yang menjadi saksi di rekontruksi itu.

Entah setan apa yang telah merasuki hati pelaku. Karena pelaku tega memperkosa anak yang baru berusia 10 tahun itu. Bahkan, pelaku sempat mengancam korban sehingga pelaku sempat melakukan hubungan terlarang itu hingga 2 kali. Gara-gara hubungan itu, hingga membuat alat vital milik korban robek. Hal itu, sesuai dengan hasil otopsi usai pembunuhan yang terjadi, (18/7/2016) lalu.

Setelah melampiaskan nafsu seksnya, pelaku kemudian membunuh korban dengan mencekik leher korban hingga berkali-kali, sambil menenggelamkan korban. Tapi, sayangnya korban tidak sampai meninggal dunia, hingga akhirnya pelaku memukul muka korban sebalah kiri yang membuat korban menhembuskan nafas yang terakhir alias meninggal dunia.

Begitu mengetahui korban sudah tak bernafas lagi, pelaku kemudian membawanya keluar dari sungai dan dibawa ke bawah pohon bambu yang jaraknya tak jauh dari sungai tepatnya di timurnya sungai itu. Kemudian korban digeletakkan di situ dan di urug dengan daun bambu yang sudah kering (kroko, Jawa red).

Untuk mengelabuhi masyarakat, baju korban dibuang di sungai kemudian sandal korban ditinggal ditepi sungai, biar terkesan kalau korban hilang digondol “gondoruwo”. Makanya, saat ditemukan korban dalam keadaan telanjang dan sudah tak benyawa lagi.

Sementara itu, karena mengetahui anaknya tidak pulang hingga malam hari, akhirnya orang tua korban mencarinya dan dibantu oleh tetangga korban. Pada saat itu, mereka yang mengetahui keberadaan pelaku dan korban menyampaikanya kepada orang tua korban. Sehingga korban dicari di sekitarnya sungai, yang ternyata korban ditemukan oleh Imam yang juga warga setempat.

Kepala desa Mojoranu Lukman Hakim mengatakan, dirinya merasa iba dan kasihan melihat nasib anak yang baru berusia 10 tahun, yang diperkosa dan dibunuh dengan sadis seperti itu.

“Ya tidak saya saja yang terharu, iba sekaligus emosi melihat pembunuhan yang sangat tak manusiawi itu. Pasti masyarakat Mojoranu yang ikut nonton juga merasa gemes terhadap pelaku. Ngelus dada Naudhu billahi min dzalik mas. Makanya dipindahkan ke sini, kalau di rekontruksi di Pengkol, yo mesti rusuh tenan,” ungkap Lukman Hakim.

Dalam rekontruksi itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro dengan tenang dan telaten mengikuti setiap adegan pemerkosaan dan pembunuhan gadis yang baru berusia 10 tahun itu. Hadir pula, Kasat Reskrim AKP Sudjarwanto, Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Teguh Santoso, Kasubag Humas Polres Bojonegoro AKP Suyono, Kapolsek Kapas AKP Ngatimin, 2 (dua) Jaksa penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Pengacara korban, Kepala Desa Mojoranu Lukman Hakim dan keamanan yang berjumlah 50 personil. **(Kis/Red).

Loading...
SHARE