Home Sosial & Budaya Pemasangan Pipa Gas Di Kebonagung Padangan, Digeruduk Pemuda Pancasila

Pemasangan Pipa Gas Di Kebonagung Padangan, Digeruduk Pemuda Pancasila

369
SHARE
Tampak, puluhan Pemuda Pancasila menggeruduk lokasi pemasanagan pipa yang melintasi wilayah Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, sebab PT PJP belum mebayar sewa lahan tersebut, Sabtu (30/12/17).
Loading...

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- proyek pemasangan pipa gas Line 28 Inc area timur aection 5A dari Semarang – Gresik milik Pertagas yang melintas di Wilayah Kabupaten Bojonegoro, bermasalah. Sehingga, puluhan Pemuda Pancasila menggeruduk lokasi pemasanagan pipa yang melintasi wilayah Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (30/12/17).

Digeruduknya pengerjaan pemasangan pipa gas itu, dikarenakan pembayaran ganti rugi lahan tersebut belum terbayar. Macetnya, pembayaran itu, akibat adanya persoalan antara PT Useng dengan pihak PT PJP. Proyek yang awalnya dikerjakan PT Useng itu, tiba-tiba diambil alih oleh PT PJP. Bahkan, gegeran mereka hingga berujung ke Mapolres Bojonegoro untuk dilakukan mediasi.

Usai mediasi, Ketua LSM Jobranti Mustaqim kepada para awak media menyatakan bahwa pihaknya bersama dengan Pemuda Pancasila akan menghentikan project pemasangan pipa gas tersebut lantaran PT PJP belum melunasi sewa lahan yang dilintasi pipa tersebut.

“Kami akan menghentikan pengerjaan pipa gas yang melintasi Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan itu, jika pihak PT PJP tak segera melunasi pembayaran sewa lahan yang dimanfaatkan untuk pipa gas itu,” katanya.

Dari hasil pertemuan di Mapolres Bojonegoro itu, Mustaqim menegaskan jika dalam mediasi itu telah disepakati bila pengerjaan project pipa tersebut untuk sementara dihentikan, hal itu dikarenakan pihak PT PJP belum melunasi pembayaran sewa lahan tersebut. Jika sudah dibayar maka proyek tersebut bisa dilanjutkan kembali.

Permohonan penghentian proyek tersebut disaksikan oleh pihak Mapolres Bojonegoro, dan disetujui oleh pihak PT PJP.

Ditambahkan, total dana yang belum terbayar sebesar Rp 125 juta, dengan asumsi yang Rp 60 juta akan dibayarkan setelah tandatangan dari pihak Kepala Desa Kebonagung, untuk sisa pembayaranya sisanya menuggu evaluasi dari pihak PJP.

“Acuan kami, bahwa kegiatan proyek itu telah dibiayai oleh pihak KWRK dan sudah diserahkan ke PT PJP. Lantas kenapa dana itu tak segera disalurkan ke warga yang berhak menerimanya,” kata pria yang akrab disapa Mas Takim itu, serius.

Saat ini, warga sedang menunggu itikad baik dari PT PJP untuk segera menyelesaikan pembayaran tersebut. Jika tak dibayar, maka pengerjaan pemasangan pipa tetap harus terhenti. **(Kis/Red).

Loading...
SHARE