Home Catatan Tepi Para Bacabup Bojonegoro Jelang Pilkada 2018, Makin Gak Jelas?

Para Bacabup Bojonegoro Jelang Pilkada 2018, Makin Gak Jelas?

628
SHARE
Penulis adalah Sukisno, Pemimpin Redaksi Rakyat Independen
Loading...

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa timur, untuk memilih bupati – wakil bupati bakal dihelat 27 Juni 2018 mendatang. Jika dihitung mundur, Pilkada tinggal 11 bulan lagi atau kurang dari setahun. Namun, mereka yang awalnya, sudah muncul sebagai bakal calon bupati (bacabup) atau bakal calon wakil bupati (bacawabup) kini, bukan makin nampak akan tetapi malah makin gak jelas. Kenapa..?

Terbukti, saat beberapa partai politik (parpol) sedang membuka pendaftaran bacabup – bacawabup sepi pendaftar. Setahu penulis, di DPC PDI Perjuangan, hanya ada 7 (tujuh) pendaftar yakni 2 (dua) dari kader partai dan 5 (lima) dari non partai. Pendaftaran di DPD Nasdem Bojonegoro hingga Sabtu (22/7/2017) lalu, baru ada 6 (enam) pendaftar yakni, 1 (satu) dari kader partai dan 5 (lima) dari non partai. Begitu juga dengan Partai Hanura, setelah dibuka pendaftaran hingga Sabtu (22/7/2017) baru ada 2 (dua) pendaftar yang keduanya berasal dari non kader.

Sementara, DPC PKB Bojonegoro, DPD PAN Bojonegoro, DPD Partai Golkar Bojonegoro, DPD PKS Bojonegoro, DPD PPP Bojonegoro dan DPC Gerindra Bojonegoro, hingga saat ini belum juga membuka pendaftaran untuk penjaringan Bacabup – Bacawabup untuk Pilkada Bojonegoro 2018 mendatang.

Bacabup – Bacawabup yang pernah muncul dan bersosialisasi ke masyarakat di Bumi Angling Dharma ini, malah makin tak jelas, bahkan mereka tak diketahui kemana rimbanya. Sebut saja, nama Mayjen TNI Wardiyono, yang kala itu masih berpangkat Brigjen begitu getol melakukan sosialisasi dengan menghadiri kegiatan-kegiatan di wilayah Kabupaten Bojonegoro, hingga blusukan ke desa-desa, tiba-tiba menghilang dan tak muncul lagi. Dari sumber yang layak dipercaya, sang jenderal sudah naik pangkat dari bintang satu ke bintang dua sehingga diprediksi tak jadi mencalonkan sebagai bupati Bojonegoro.

Nama lain seperti Akmal Boedianto yang saat ini menjabat sebagai Kepala Diklat Pemerintah Provinisi (Pemprov) Jawa timur, yang awal-awal blusukan ke desa-desa, kemudian juga tak Nampak lagi. Pria yang pernah menjabat di Pemkab Bojonegoro itu, kini yang muncul di wilayah Bojonegoro hanya benner atau balihonya yang menghiasi jalan-jalan di Kabupaten Bojonegoro. Bahkan, nyaris bisa dibilang tiarap.

Nama bacabup Kuswiyanto yang saat ini masih menjabat sebagai anggota DPR RI mewakili Daerah Pemilihan IX yakni Kabupaten Bojonegoro dan Tuban itu, hingga kini masih terus turun ke desa-desa dengan menggunakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar dan juga menghadiri kegiatan desa seperti Pengajian umum, sedekah bumi hingga menghadiri warga yang sedang punya hajat. Dengan jabatan sebagai wakil rakyat pria kader PAN itu, bisa bersosialisasi di Bojonegoro untuk lebih mengenalkan dirinya ke masyarakat.

Nama Bacabup H.Sutrisno yang start awal dengan memasang benner yang terkesan eksklusif dan di pasang di jalan-jalan di dalam kota Bojonegoro dan baliho besar dan permanen di Perempatan atau pertigaan di sepanjang jalan nasional di Kabupaten Bojonegoro, kini juga tak terlalu sering kelihata di kegiatan kemasyarakatan. Bacabup yang dikenal dengan panggilan Pak Tris Pinggiran itu, kabarnya memiliki konsultan politik, yang langsung bekerja untuk memperkenalkan ketua IBF Jawa timur itu hingga door to door, namun kini gebrakannya juga sudah mulai sepi.

Bacabup Hj Nurul Azizah yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Bojonegoro, malah tak mau nampak ke permukaan. Informasinya, gerakan weanita yang akrab disapa Bu Nurul itu, hanya bersilaturahmi ke kerabat, teman-teman atau kegiatan ke warga Bojonegoro yang dikenalnya saja. Menurut orang dekatnya, hal itu karena Bu Nurul saat ini usianya baru masuk 50 tahun sehingga pensiuannya masih lama. Mungkin “eman” dengan jabatanya sehingga wanita yang tinggal di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander itu, hingga kini masih belum menentukan tentang jadi atau tidaknya mencalonkan sebagai Bupati Bojonegoro dalam Pilkada Bojonegoro 2018 itu.

Nama Pudji Dewanto atau yang akrab disebut Kang PD, merupakan bacabup pendatang baru tapi dia terus eksis dalam pencalonannya. Pria yang di masa kecilnya tinggal bersama orang tuanya di Jl Teuku Umar, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Bojonegoro Kota, yang kini aktif sebagai konsultan di Jakarta itu, terus aktif setiap seminggu sekali bertandang ke Bojonegoro terutama di tiap hari Sabtu dan Minggu. Dia datang ,untuk melakukan komunikasi politik dengan partai politik (parpol) yang bersedia mengusungnya dan juga blusukan ke warga masyarakat di Bojonegoro yang dikenal sebagai Kota Pengasil migas (minyak dan gas bumi) terbesar di Asia Tenggara itu. Guna mensosialisasikan dirinya, Kang PD memasang bennerbya merata di seluruh penjuru Kabupaten Bojonegoro. Guna memuluskan jalannya menuju Bojonegoro satu, Kang PD sudah mendaftarkan diri ke DPC PDI Perjuangan dan Partai Nasdem Bojonegoro.

Nama Bacabup Setyo Hartono yang disebut-sebut bakal ikut berlaga di kancah Pilkada Bojonegoro 2018 akhirnya juga terbukti. Hal itu, setelah dirinya mendaftarkan diri sebagai bacabup di Panitia Penjaringan Bacabup – Bacawabup di DPD Partai Nasdem Bojonegoro beberapa waktu yang lalu. Pria yang saat ini, masih menjabat sebagai wakil bupati (wabup) Bojonegoro mendampingi Suyoto itu, memiliki kesempatan yang cukup besar bisa bersosialisasi ke wilayah kecamatan hingga ke desa-desa dan kelurahan karena bisa “nebeng” dengan kegiatan Pembinaan Aparatur Pemerintah Desa atau kegiatan pemerintahan lainnya.

Nama Bacabup Arief Januarso seorang tokoh muda yang berasal dari Universitas Bojonegoro (Unigoro) itu, merupakan bacabup yang paling aktif bersosialisasi hingga saat ini. Walaupun startnya terbilang belakangan, namun gerakannya pria yang menjabat sebagai Ketua Yayasan Soejitno Bojonegoro yang merupakan yaysan pemilik Unigoro itu bisa dibilang cukup lincah. Pria yang akrab disapa Mas Ayik itu sudah mendaftarkan diri di 3 (tiga) parpol yakni di DPC PDI Perjuangan Bojonegoro, DPD Nasdem Bojonegoro dan di DPC Hanura Bojonegoro.

Nama Bacabup Hj Mitro’atin merupakan calon yang sudah paling lama bersosialisasi hingga blusukan ke desa-desa di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Wanita yang akrab disapa Bunda Atin itu, bisa melakukan sosialisasi ke desa-desa melalui pengajian yang digelar Muslimat NU karena kebetulan dia menjabat sebagai Wakil Bendahara PC Muslimat NU Kabupaten Bojonegoro. Bisa bersosialisasi di keluarga besar Partai Golkar Bojonegoro karena yang bersangkutan menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro. Selain itu, Bunda Atin bisa bersosialisasi melalui kegiatan pemrintahan karena dia juga menjabat sebagai Ketua DPRD Bojonegoro. Hanya saja, akhir-akhir ini yang bersangkutan juga jarang terlihat di kegiatan kemasyarakatan, jika dibandingkan sebelumnya.

Nama Bacabup Anna Mu’awanah yang hingga saat ini menjabat sebagai Anggota DPRRI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mewakil Dapil IX yakni Kabupaten Bojonegoro dan Tuban itu, disebut-sebut merupakan calon yang bakal diusung DPC PKB Bojonegoro. Wanita asal Senori, Tubab itu, juga telah melakukan komunikasi politik terhadap PKB yang bakal mengusungnya dan kemarin juga mengunjungi Kantor DPC PPP Bojonegoro dan Kantor DPC PDI Perjuangan Bojonegoro guna menjajaki koalisi untuk memberangkatkan dirinya sebagai Bacabup dalam Pilkada Bojonegoro 2018 mendatang.

Nama H.Sukir yang disebut-sebut bakal maju melalui jalur Independen atau perseorangan itu juga terus melakukan sosialisasi ke warga di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Guna mempersiapkan pencalonnanya, pria yang tinggal di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro itu, kabarnya sudah mengumpulkan puluhan ribu foto copi Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga di Kabupaten Bojonegoro, untuk mencukupi syarat jika harus berangkat melalui jalur independen. Pria yang akrab disapa Lek Sukir itu, juga mengklaim telah siap untuk berlaga dalam Pilkada 2018 mendatang dengan dukungan yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro. Bahkan, dalam sebuah survey yang dilakukan Koran lokal Bojonegoro, H.Sukir berada di urutan teratas.

Nama Bacabup H. Ali Mustofa juga telah mendaftarkan diri ke Panitia Penjaringan Bacabup-Bacawabup di DPD Partai Nasdem Bojonegoro. Pria yang sehari-hari menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Nasdem Bojonegoro itu, mendaftarkan diri sebagai bacabup di partainya sendiri atau yang disebut Bacabup yang berasal dari Kader partai. Pria yang akbrab disapa Abah Ali itu, bertekad hendak meningkatkan pembangunan di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan mensejahterakan warganya. H. Ali Mustofa yang sehari-hari menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPRD Bojonegoro itu, ingin Bojonegoro selatan pembangunan sejajar dengan wilayan lainnya. Sebab, yang bersangkutan asli Cah Temayang itu mencalonkan diri sebagai Bacabup Bojonegoro dalam Pilkada 2018 ini.

Nama Bacabup H. Budi Irawanto yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro itu, mendaftarkan diri melalui partainya sendiri yaitu PDI Perjuangan dan bertekad untuk menang dalam laga Pilkada 2018 mendatang. Dengan modal partai PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro yang solid dan komunikasi yang telah dibangun dengan beberapa parpol di Bojonegoro, dirinya yakin jika PDI Perjuangan bakal memimpin Kabupaten Bojonegoro untuk 5 (lima) tahun ke depan.

Sementara itu, ada beberapa nama yang disebut-sebut bakal turut berlaga seperti Hj Mafudhoh yang juga istri Bupati Bojonegoro Suyoto, Soehadi Moeljono yang saat ini masih menjabat Sekretaris Kabupaten (Sekkab) hingga kini hanya sebatas wacana dan belum ada pernyataan secara resmi dari yang bersangkutan.

Hanya saja, puluhan nama yang tertulis di atas, hingga saat ini pun, juga belum ada yang jelas. Karena akhir-akhir ini, rata-rata dari mereka malah tak muncul lagi untuk blusukan ke masyarakat atau menghadiri kegiatan kemasyarakatan seperti biasanya. Kecuali bacabup yang memiliki kesibukan di pemerintahan, mereka masih tetap harus bertemu dengan masyarakat karena berkaitan dengan aktifitas atau tugas-tugasnya yang melekat itu.

Para bacabup dalam Pilkada Bojonegoro 2018, kini harus bekerja melakukan loby-loby ke parpol agar bisa memperoleh rekomendasi dari partai yang sudah dilamarnya itu. Sementara bacabup menunggu kepastian dapat rekom, semua parpol melaksanakan survey guna mengetahui secara pasti bacabup yang diinginkan oleh warga Bojonegoro. Setelah itu, parpol baru akan menurunkan rekomnya. Kondisi itu, membuat para bacabup praktis tak berkomunikasi dengan masyarakat karena energinya dicurahkan untuk melakukan pendekatan dengan parpol yang dilamarnya terutam ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) masingmasing parpol yang dilamarnya. Karena dengan rekom itu, maka bacabup akan menjadi cabup untuk bisa berlaga dalam Pilkada Bojonegoro 2018 mendatang.

Makanya, saat ini banyak masyarakat bilang jika bacabup Bojonegoro makin tak jelas. Sebab, sebelumnya bacabup sudah bermunculan dan mendatangi masyarakat hingga blusukan ke desa-desa dan sekarang para bacabup itu sudah tak terdengar lagi suaranya. Mereka sudah tak lagi terlihat bersilaturahmi ke masyarakat terutama tak terlihat blusukan ke desa-desa. Sekarang ini, para bacabup sedang berolahraga jantung, yaitu dak-dik-duk…. dak-dik-duk… dan menghitung suara tokek atau di rekom atau tidak, untuk menunggu keputusan parpol yang dilamarnya tentang siapa yang bakal dapat rekom partai tersebut.

Saat ini, rekomendasi siapa bacabup-bacawabup yang menerbitkan adalah masing-masing DPP Parpol, sedangkan DPC/DPD atau Pengurus Partai di tingkat kabupaten tak memiliki hak untuk memutuskan, tapi hanya dimintai masukan dari DPP tentang profil masing-masing bacabup. Hal itu, untuk menjadi bahan pertimbangan untuk menetukan siapa yang perlu diberi rekom. Jadi, wajar saja, jika bacabup sekarang gak jelas, karena mereka harus jalan di tempat. Jika terus bersosialisasi ke masyarakat dengan dana yang cukup besar, lantas bagaimanan jika dia ternyata tak dapat rekom..?

Sejatinya, bila bacabup tersebut bekerja dengan ikhlas hendak mencalonkan mestinya jangan kemudian putus komunikasi dengan masyarakat hanya karena “eman kelangan” dana oprasional untuk bersilaturahmi ke masyarakat. Bukankah ongkos politik itu cukup besar dan untuk menuju ke Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, mestinya juga tak hanya berkeringat akan tetapi dengan sebuah pengorbanan termasuk berkorban harta bahkan nyawa pun menjadi taruhanya.

Selamat berjuang, kepada bacabup – bawabup Bojonegoro, untuk memperoleh rekom dari parpol, kemudian bisa mengambil hati masyarakat Bojonegoro, untuk memenangkan Laga Pilkada Bojonegoro 2018 sehingga terpilih menjadi bupati – wakil bupati untuk periode 2018 – 2023 mendatang…

Penulis adalah,
Pemimpin redaksi Media Online: rakyatindependen.com

 

 

Loading...
SHARE