Home Peristiwa Mbah Yasrini Warga Ngrancang, Tambakrejo, Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia di Hutan

Mbah Yasrini Warga Ngrancang, Tambakrejo, Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia di Hutan

134
SHARE
Suasana evakuasi jasad Yasrini (83) warga Dusun Nglombo RT 016, RW 004, Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, meninggalkan rumah sejak Rabu (3/1/2018) lalu an ditemukan meninggal dunia di hutan Petak 73 KRPH Ngrambah BKPH Kaliaren barat, KPH Padangan, Selasa (9/1/2018).
Loading...

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Jasad Yasrini (83) yang meninggalkan rumah sejak Rabu (3/1/2018) lalu, akhirnya ditemukan seorang warga di tengah hutan, Selasa (9/1/2018), sekira 12:30 Wib.

Mbah Yasrini yang tinggal di Dusun Nglombo RT 016, RW 004, Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, meninggalkan rumah sejak Rabu (3/1/2018) lalu, namun hingga tujuh hari baru ditemukan oleh Mahari yang sehari-hari menjabat sebagai perangkat desa Ngrancang, di tengah hutan jati dilokasi hutan Petak 73 KRPH Ngrambah BKPH Kaliaren barat, KPH Padangan.

Dimana, lokasi ditemukannya korban dalam keadaan meninggal dunia itu, turut Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Korban ditemukan Jumadi (46) saat yang bersangkutan sedang mencari rumput (ngarit, Jawa red) di hutan untuk pakan ternak miliknya, Selasa, (9/1/2018).

Mendapat informasi ditemukanya Mbah Yasrini, Kapolsek Tambakrejo AKP Mohtarom,SH, langsung turun ke lapangan bersama KSPK Polsek Tambakrejo Bripka Maftuhin, Kanit Reskrim Aiptu Diyono, Bhabinkamtibmas Brigpol Suyono, Babina Serka Cecep, Kepala desa Ngrancang Sudadi, perangkat desa Madhari, bersama Dokter Puskemas Tambakrejo, untuk mencari dan mengidentifikasi mayat, melakukan olah TKP dan evakuasi korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan bekas kekerasan atau tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

“Pihak keluarga korban menerima bahwa kejadian itu adalah takdir dari Allah SWT sehingga mereka tak mau jika korban di otopsi. Sehingga mereka membuat pernyataan bermaterai agar korban tak diotopsi, dengan menyatakan tidak akan menuntut siapapun atas meninggalnya korban,” tegas Kapolsek Tambakrejo AKP Mohtarom, SH, Selasa , (9/1/2018).

Karena ahli waris korban tak mengizinkan korban di otopsi dengan membuat surat pernyataan bermaterai, sehingga mayat korban langsung diserahkan kepada keluarganya untuk segera dimakamkan.

Pencarian Yasrini (83) yang dilaporkan hilang sejak Rabu (3/1/2018) sekira pukul 10:30 wib, yang dilakukan oleh warga sekitar dengan bergotong royong dan dengan alat sedanya. Hanya saja, upaya pencarian itu, yang dilakukan sejak Rabu hingga Kamis tak membuahkan hasil, sehingga pihak Pemdes setempat ,melaporkan peristiwa itu ke BPBD Bojonegoro, Jum’at (5/1/2018).

Mendapat laporan tersebut, Tim SAR BPBD Bojonegoro, melakukan pencarian yang dimulai Sabtu, Minggu, Senin hingga Selasa (6-7-8-9/1/2018). Pencarian dilakukan di sungai dan di hutan yang ada di sekitar rumah korban. Namun, upaya BPBD yang dibantu anggota Polsek Tambakrejo, Korami Tambakrejo dan warga setempat itu belum juga membuahkan hasil, tapi korban jutru ditemukan oleh Jumadi (46) yang juga tetangganya yang saat itu sedang mencari rumput di hutan jati itu dalam kondisi meninggal dunia. **(Yan/Red).

Loading...
SHARE