Home Hukum & Kriminal Kisah Cinta Terlarang, Penjual Toak Keliling Yang Berujung Maut

Kisah Cinta Terlarang, Penjual Toak Keliling Yang Berujung Maut

2827
SHARE
Foto kenangan: Rusno (44) saat memperbaiki warung milik Terasianti (27) yang ada di Jl Raya Medalem-Simorejo tepatnya turut Dusun Soko, Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Jawa Timur. Di Warung toak ini pula Rusno (44) dibabat pedang oleh laki-laki bercadar yang tak dikenal hingga tewas. tamapk, warung toak tersebut, masih dipasang Police Line atau Garis Polisi.

Cinta ternyata tak memandang usia, seperti kisah di sebuah drama atau telenovela. Namun, kisah cinta seperti itu juga sering kita saksikan di tengah-tengah masyarakat. Laki-laki yang sudah tua mendapatkan istri yang cukup muda atau yang biasa disebut daun muda. Banyak pula, mereka yang sudah tua masih mengajukan perceraian hingga menikah dengan orang lain lagi. Makanya, cinta itu sering disebut cinta buta.

Seperti halnya, dengan kisah cinta seorang pedagang toak yang meninggal di sebuah warung milik Terasianti (27) yang berada di Jl Raya Medalem – Simorejo, tepatnya turut Dusun Soko, Desa Bungur, Kecamatan Kamor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (18/11/2016) sekira pukul 19.15 wib.

Rusno (44) harus tewas dengan mengenaskan bersimbah darah, yang diduga karena sabetan pedang seorang yang tak dikenal dengan memakai penutup wajah alias cadar. Pembunuh sadis itu, dikabarkan datang berboncengan dengan 2 orang, kemudian menghampiri korban, lalu menyabetkan pedangnya ke tubuh korban hingga membuat korban tewas seketika di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Setelah itu, menghabisi nyawa korban, pelaku melarikan diri kea rah selatan yaitu ke Jl Raya Medalem, Sumberrejo.

Meninggalnya korban menyisakan tanda tanya besar tentang siapa sebenarnya pembunuhnya, dan ada motif apa dibalik meninggalnya korban. Masyarakat berspekulasi bahwa korban dibunuh, ada dugaan kuat terkait urusan asmara atau masalah cinta segitiga. Kini, Polisi yang harus menguak misteri dibalik meninggalnya korban yang sehari-harinya sebagai pedagang toak keliling itu.

Berita Terkait  Pembinaan Aparatur Negara di Kecamatan Malo, Jadi Sarana Belajar Bersama
Tampak, warung toak milik Terasianti (27) yang berada di Jl Raya Medalem - Simorejo tepatnya turut Dusun Soko, Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang tutup dan dipasang garis polisi sebab ditempat ini Rusno (44) laki-laki 'selingkuhan' Terasianti (27) dibunuh oleh laki-laki bercadar yang tak dikenal hinga tewas, Jum'at (18/11/2016) lalu.
Tampak, warung toak milik Terasianti (27) yang berada di Jl Raya Medalem – Simorejo tepatnya turut Dusun Soko, Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang tutup dan dipasang garis polisi sebab ditempat ini Rusno (44) laki-laki ‘selingkuhan’ Terasianti (27) dibunuh oleh laki-laki bercadar yang tak dikenal hinga tewas, Jum’at (18/11/2016) lalu.

Berdasarkan penuturan RN (29) salah seorang warga Bungur, bahwa korban pekerjaan sehari-harinya sebagai penjual toak yang mengantarkan secara ke rutin ke beberapa warung toak di Kanor dan sekitarnya. Ternyata, korban hatinya telah kecantol Terasianti (27) seorang janda beranak dua itu, yang sehari-harinya berjualan toak di pinggir jalan itu.

Terasianti atau yang akrab disapa Yanti itu, hendak dinikahi oleh Rusno (44), pada “Malam Songo” jelang hari raya Idul fitri 1438 hijriyah atau 2015 Masehi. Hanya saja, pernikahan mereka gagal karena surat-surat Rusno untuk kelengkapan menikah tak lengkap. Walaupun gagal menikah, Rusno tetap tinggal bersama Yanti di Dusun Soko, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

Masih menurut RN (29), Rusno dan Yanti sering bertengkar sehingga oleh orang tua Yanti Rusno diusir hingga akhirnya tidur di warung toak bersama Yanti yang ada di Jl Raya Soko, Bungur di bawah rindangnya pohon jati itu. Baru sekitar 4 malam, dia tidur di warung situ, sudah terjadi pembunuhan yang membuat nyawa Rusno melayang.

“Rusno dan Yanti itu, pasangan yang belum menikah atau pasangan kumpul kebo. Dalam hidup bersama mereka sering bertengkar dan Yanti sering dianiaya oleh Rusno. Sehingga Rusno diusir oleh orang tuanya Yanti,” kata RN (29) serius.

Saat ditanya, apakah Yanti ada hubungan lagi dengan laki-laki lain. Dia mengatakan tidak tahu tentang masalah itu. Hanya saja, dia mengatakan bahwa Yanti setiap hari selalu bertemu dengan banyak laki-laki karena terkait dengan pekerjaanya sebagai penjual minuman toak asli Tuban itu.

Berita Terkait  Bulog Sub Drive III Bojonegoro, Tak Mampu Penuhi Target Pengadaan Beras 2015

“Yang namanya bakul toak, yo banyak kenalan atau banyak teman laki-lakinya mas. Cuma, ada hubungan khusus, kita hanya bertetangga dan tidak tahu apa-apa,” ungkapnya.

Peristiwa terbunuhnya Rusno yang ber KTP Dusun Juwet, Desa Magersari, Kecamatan Plumpang, Tuban itu, ternyata korban berasal dari Desa Sokogunung, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban. Hal itu diketahui, usai diotopsi jenazah korban dijemput keluarganya yang berasal dari wilayah Tuban ujung barat itu.

Kini, Yanti tinggal meratapi nasibnya dan harus berurusan dengan Polisi atas kematian yang menimpa laki-laki ‘selingkuhanya’ itu. Rasan-rasan warga, meninggalnya kotban akibat cinta segitiga, dimana ada laki-laki lain yang mencintai Yanti seorang janda yang masih berusia 27 tahun itu.

“Kalau perawan makin menawan, tapi Janda itu lebih menggoda mas,” kata salah seorang pemuda yang ikut berbincang-bincang dengan rakyatindependen.com, Minggu (20/11/2016).

Kisah cinta seorang penjual toak keliling dengan bakul toak hingga berujung maut merupakan cinta terlarang. Pasalnya, korban memiliki keluarga di Magersari yang ditinggalkan alias minggat dan tinggal bersama di rumah seorang janda Yanti (27) yang beranak dua itu.

Masyarakat sekitar, hanya bisa jadi penonton, tentang bagaimana kelanjutan kisah cinta seorang bakul toak itu. **(Tim).

Loading...
SHARE