Home Peristiwa Kebakaran Rumah Terjadi di Sambeng, Kasiman. Diduga, Akibat Api Bediang

Kebakaran Rumah Terjadi di Sambeng, Kasiman. Diduga, Akibat Api Bediang

164
SHARE
Suasana pemadaman kebakaran rumah milik Giman (45) seorang warga Dusun Pancarkarang, Desa Sambeng, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro, Senin (2/10/2017) sekira pukul 20:30 wib.
Loading...

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Musibah kebakaran, kembali menimpa warga di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Kali ini, musibah kebakaran rumah menimpa Giman (45), seorang warga Dusun Pancarkarang, Desa Sambeng, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro, Senin (2/10/2017) sekira pukul 20:30 wib.

Musibah kebakaran yang diduga berasal dari bediang (diyang, Jawa red) ternak sapi itu, terjadi sekira pukul 20:30 wib dan dilaporkan ke Pos Damkar Padangan sekira pukul 21:15 wib. Mobil damkar bersama petugas sampai di lokasi kebakaran sekira pukul 21:36 wib.

Kepala Dinas Damkar Bojonegoro Andik Sudjarwo melalui Kasi pemadaman Sukirno membenarkan adanya kebakaran yang menimpa Guman (45) warga Dusun Pancarkarang, Desa Sambeng, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro.

“Kebakaran terjadi sekira pukul 20:30 wib, dan dilaporkan ke Pos Damkar Padangan sekira pukul 21:15 wib. Mobil damkar bersama petugas sampai di lokasi kebakaran sekira pukul 21:36 wib. Api yang mengamuk itu, berhasil dipadamkan sekira pukul 23:18 wib,” ungkapnya.

Masih menurut Mas Kirno, demikian, Kasi pemadaman Dinas Damkar Bojonegoro Sukirno, akrab disapa – dalam pemadaman tersebut, mengerahkan 2 (dua) armada pemadam kebakaran dengan mengerahkan 5 personil, yang berasal dari Pos Damkar Padangan.

“Dalam pemadaman tersebut, terkendala dengan kesulitan jalan masuk ke TKM (Tempat Kejadian Musibah) dan jauhnya sumber air. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan juga,” ujar Mas Kirno.

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian nahas tersebut. Korban mengalami kerugian materi diperkirakan sebanyak Rp 80 juta.

Melalui Media Online: rakyatindependen.com Kasi Pemadaman Dinas Damkar Bojonegoro Sukirno, berpesan kepada masyarakat, jika sedang membakar sampah agar ditunggui kalau ditinggal nyatakan bahwa sudah tdak ada bara api.

“Pada saat menyalakan perapian ternak atau bediang nyatakan tidak ada sampah disekitarnya,
Beban listrik tidak melebihi voltase yg ada. Nyatakan bahwa regulator dan selang tidak bocor dan jangan buang putung rokok sembarangan. Agar tak menjadi penyebab terjadinya musibah kebakaran,” pungkasnya.  **(Kis/Red).

 

 

Loading...
SHARE