Home Pemerintahan & Politik Dinas Kominfo Bojonegoro, Serukan Agar Masyarakat Mewaspadai Berita Hoax

Dinas Kominfo Bojonegoro, Serukan Agar Masyarakat Mewaspadai Berita Hoax

70
SHARE
Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro H. Kusnandaka Tjatur P.

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kominfo, terus melaksanakan kampanye Lawan Hox alias berita bohong. Hal itu dilakukan dikarenakan berita hoax itu dapat menyesatkan informasi di masyarakat. Bahkan, bisa membawa masyarakat ke ranah hukum karena melanggar Undang-undang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE).

Dalam melaksanakan Waspada Hoax tersebut Dinas Kominfo Bojonegoro telah melakukan berbagai kegiatan dengan menyebarkan leaflet Lawan Hoax, di lokasi ramai pengunjung dan tempat-tempat yang strategis lainnya.

Selain itu, juga melakukan kerjasama dengan RTIK (Relawan Teknologi, Informasi, Komunikasi) Bojonegoro untuk mensosialisasikan Lawan Hoax di berbagai kegiatan sekolah dan kegiatan kemasyarakatan. Sosialisasi Lawan Hoax itu dilakukan di setiap kegiatan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Sosialisasi Lawan Hoax juga digelar di setiap stasiun radio di wilayah Kabupaten Bojonegoro, melalui Forum Radio Bojonegoro (FRB) melalui spot radio di masing-masing radio swasta di Bojonegoro itu. Bahkan, kegiatan serupa juga dilaksanakan dengan cara tatap muka dengan masyarakat Bojonegoro.

Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro H. Kusnandaka Tjatur P, melalui Kasi Media Komunikasi Publik Sri Wahyuni mengatakan, kegiatan Lawan Hoax dilaksanakan dengan tujuan memberikan penjelasan kepada masyarakat agar jangan salah dalam menerima segala bentuk informasi di era digital ini.

“Jika menerima informasi hendaknya dibaca dan dipahami dulu tentang isi dan kebenaran informasi. Jangan terburu nge share atau membagikan informasi jika belum diketahui sumber informasi dan kebenaran dari informasi tersebut,” tegas Kasi Media Komunikasi Publik Sri Wahyuni, Senin (2/10/2017).

Berita Terkait  HTI Bojonegoro, Lakukan Aksi Tolak Generasi Gaul Bebas

Ditambahkan, jika nge share informasi yang ternyata adalah berita hoax maka yang bersangkutan bisa jadi terseret masalah hukum sesuai dengan Undang-undang informasi dari transaksi Elektronik (UU ITE) yang sudah direvisi dan berlaku efektif sejak 28 Nopember 2016 silam.

Dalam UU ITE tersebut, ada berbagai pelanggaran diantaranya, melanggar kesusilaan, penghinaan dan pencemaran nama baik, pemerasan atau pengencaman, merugikan konsumen, perjudian dan konten permusuhan dan issu SARA.

“Penyebar berita hoax, terancam Undang-undang informasi dari transaksi Elektronik (UU ITE), pasal 28 ayat 1 yang disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja atau tanpa hak menyebarkan berita bohongdan menyesatkan, ancamanya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dna denda maksimal Rp 1 miliar,” tegasnya.

Masih menurut wanita yang akrab disapa Mbak Yuyun itu menambahkan, ada langkah-langkah yang perlu diwaspadai agar tak terjerat dengan masalah hoax. Cara meneteksi berita hoax diantaranya, agar memperhatikan judul pada artikel, melakukan cek fotonya, mengecek sumber beritanya.

“Jika memperoleh beritahoax sebaiknya segera diadukan ke situs www.data.turnbackhoax.id atau ke email [email protected] Atau bisa juga bergabung ke group anti konten hoax yang ada media sosial atau atau para relawan dalam group tersebut yang siap menjawab berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait, bagaimana menangani berita hoax yang beredar di masyarakat tersebut,” ungkap Mbak Yuyun.

Diakhir bincang-bincangnya dengan rakyatindependen.com disampaikan pesan, agar masyarakat di wilayah Kabupaten Bojonegoro selalu berhati-hati dalam setiap menerima informasi dan mampu menyaring atau ‘memfilter’ informasi agar tak terjebak dengan berita hoax.

Berita Terkait  Dinas Pendidikan Bojonegoro, Larang Sekolah Jual LKS

“Masyarakat harus cerdas dalam menerima setiap informasi, harus dipahami dulu, jika informasi tersebut benar baru bisa dibagikan. Agar kita semua selamat dari berita hoax yang saat ini menghantui masyarakat dan bisa membahayakan keselamatan bangsa serta keutuhan NKRI ini,” pungkasnya. **(Kis/Adv).

Loading...
SHARE