Home Peristiwa Diduga Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Warga Kedungsari, Gantung diri

Diduga Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Warga Kedungsari, Gantung diri

116
SHARE
Suasana, pemeriksaan korban bunuh diri dengan cara gantung diri di kamar mandi rumahnya yaitu Tomo bin Kamijo (63) seorang warga Desa Kedungsari, RT 013, RW 002, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (5/10/2017) sekira pukul 08:00 wib.
Loading...

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Lagi, terjadi korban gantung diri (kendhat, Jawa red) di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Kali ini, kejadian menimpa Tomo bin Kamijo (63) seorang warga Desa Kedungsari, RT 013, RW 002, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (5/10/2017) sekira pukul 08:00 wib.

Kejadian nahas itu, diketahui oleh Dwi Pribowo (25), anak korban yang sehari-harinya tinggal bersama korban. Dwi Pribowo yang juga saksi pertama itu, bersama Sri Ningsih (55) yang juga saudara korban dan menjadi saksi kedua itu, bersama-sama mencari korban. Soalnya, korban yang masih dalam kondisi sakit, sedang tak ada di dalam rumahnya.

Keduanya, mencari korban disekitar rumah. Karena tak ditemukan sehingga mereka kembali mencari ke dalam rumah. Di ruang tengah dan kamar ternyata juga tak ada, lalu dicari di dalam kamar mandi. Alangkah kagetnya, saat korban ditemukan dalam kondisi menggantung di kamar mandi dengan menggunakan tali, hingga diketahui sudah tak bernyawa lagi alias tewas.

Melihat kejadian itu, saksi pertama dan kedua berteriak minta tolong, hingga datang saksi ketiga yaitu Jiono (50) yang juga tetangga korban. Selanjutnya, keluarga korban menyampaikan perihal tersebut ke perangkat desa setempat yang selanjutnya diteruskan laporannya ke Mapolsek Temayang.

Kapolsek Temayang AKP Margono,SH, membenarkan kejadian gantung diri yang dilakukan oleh Tomo (63) seorang warga Desa Kedungsari, RT 013, RW 002, Kecamatan Temayang tersebut.

Mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung berangkat menuju ke lokasi kejadian bersama anggotanya dan turut serta Tim Medis dari Puskesmas Temayang yakni, Dr. Harnavin Kuanda
dan Yeni Kurniawati Amd.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Temayang bahwa tidak diketemukan tanda- tanda kekerasan dan penganiayaan pada tubuh korban. Korban dinyatakan meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri,” tegas Kapolsek Temayang AKP Margono,SH, Kamis (5/10/2017).

Ditambahkannya, kondisi korban dengan lidah korban menjulur keluar, bekas guratan tali ke arah atas panjang mayat 170 centi meter (cm), berat badan 60 kg, keluar mani pada kelamin korban.

Berdasarkan penuturan Dwi Pribowo yang juga anak korban itu, bahwa korban menderita sakit lambung yang tak kunjung sembuh dan juga memiliki sakit katarak. Hal itu, juga dibenarkan oleh pihak Puskesmas Temayang usai melakukan pemeriksaan terhadap korban. Bahkan, korban juga baru keluar dari rawat inap di Puskesmas Temayang beberapa waktu yang lalu.

Keluarga juga tak bersedia jika korban di otopsi sehingga jasad korban langsung diserahkan kepada keluarganya untuk segera dikebumikan. **(Yus/Red).

 

Loading...
SHARE