Home Peristiwa Diduga Alami Depresi Seorang Warga Malingmati, Tewas Gantung diri Pakai Tali Rafia

Diduga Alami Depresi Seorang Warga Malingmati, Tewas Gantung diri Pakai Tali Rafia

81
SHARE
Jasad Mustajab (35) korban yang baru selesai dievakuasi setelah gantung diri di TKP di Dusun Kedungadem, Desa Malingmati, RT 015, RW 003, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Senin (2/10/2017) sekira pukul 05:00 wib.
Loading...

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Lagi, warga di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, gantung diri. Kali ini, korban bernama Mustajab (35), seorang petani, tinggal di Dusun Kedungadem, Desa Malingmati, RT 015, RW 003, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Senin (2/10/2017) sekira pukul 05:00 wib.

Peristiwa itu berawal saat suasana masih pagi buta. Dia melihat mengecek suaminya yang sebelumnya sedang tidur di ruang rumah belakang, dengan mengelar tikar. Pada saat dicari sama istri korban, ternyata korban tak diketemukan.

Selanjutnya, istri korban mencari lagi ke kamar yang berada di rumah bagian depan. Istri korban menemukan suaminya sudah tergantung di usuk yang berada atap rumahnya dengan menggunakan tali rafia warna biru.

Melihat kejadian tersebut, istri korban berlari untuk memberitahukan kejadian tersebut ke ibunya lalu memberitahukan hal itu ke ayah korban. Sebab ayah korban saat itu tidur di rumah anaknya yang berada di depan rumah korban. Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan ke Kades Malingmati Sunarto, kemudian laporanya diteruskan ke Mapolsek Tambakrejo.

Kapolsek Tambakrejo AKP Mochtarom membenarkan adanya kejadian gantung diri yang menimpa Mustajab (35) seorang seorang petani, tinggal di Dusun Kedungadem, Desa Malingmati, RT 015, RW 003, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.

“Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Tambakrejo langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban, melakukan olah TKP dan menanyai para saksi mata dalam kejadian tersebut,” tegas Kapolsek Tambakrejo AKP Mochtarom, Senin (2/10/2017).

Ditambahkannya, saat petugas jaga datang ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) korban ditemukan masih dalam posisi menggantung di usuk rumah dengan menggunakan tali rafia warna biru. Korban menggunkan celana pendek tanpa kaos dengan posisi korban menghadap ke timur.

“Dari hasil pemeriksaan tenaga medis dari Puskesmas Tambakrejo, tidak di ketemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban, dan tidak terdapat luka-luka. Keluarga korban, menolak untuk dilakukan otopsi,” ungkapnya.

Ciri-ciri mayat korban, panjang mayat 160 centi meter (cm), rambut hitam, kulit sawoh matang, leher terdapat luka bekas jeratan tali rafiah dg ukuran 28 cm dengan kedalaman 0,5 cm, keluar sperma, pada anus tidak keluar kotoran, tidak terdapat tanda-tanfa penganiayaan pada tubuh korban.

Dari tenaga medis dan keterangan keluarga korban menyatakan tidak akan menuntut siapapun dan pihak manapun. Mereka menyatakan ihklas menerima atas kejadian tersebut karena menganggap bahwa kejadian itu merupakan takdir dari yang maha kuasa.

Berdasarkan keterangan dari istri korban bahwa suaminya sudah lama mengalami depresi atau gangguan jiwa yang sudah menahun. Depresinya sering kambuh. Korban sudah pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Kalitidu, dengan didampingi perawat kesehatan yang beralamtkan di Desa Malingmati Fandoli.

Selanjutnya, korban langsung diserahkan ke keluarganya untuk langsung dikebumikan. **(Yan/Red).

Loading...
SHARE