Home Sosial & Budaya Desa Blimbinggede Ngraho, Lestarikan Seni Kerawitan

Desa Blimbinggede Ngraho, Lestarikan Seni Kerawitan

149
SHARE
Suasana, Latihan kerawitan Kusumo Budoyo Laras, di balai desa Blimbinggede, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Kamis (7/12/2017).
Loading...

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Kesenian Jawa terutama Seni kerawitan kelihatannya sudah mulai langka dan sudah sulit didapati. Namun, di Desa Blimbinggede, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, kesenian kerawitan masih dilestarikan (di uri-uri) hingga saat ini.

Dibawah kepemimpinan Kepala desa Blimbinggede M. Arifin, Seni Kerawitan didirikan. Ada kesenian kerawitan pria dan wanita. Untuk kesenian kerawitan yang ditabuh oleh bapak-bapak itu sudah mahir dan sudah laku untuk pentas (tanggapan, Jawa red) baik di desa sendiri dan juga di desa-desa sekitarnya.

Untuk kerawitan ibu-ibu yang berasal dari PKK Desa Blimbinggede itu, biasa dipakai pentas untuk kegiatan di pemerintah desa setempat. Rencananya kerawitan ibu-ibu Kusumo Budoyo Laras ini, bakal tampil dan menghibur di acara pelantikan pearngkat desa Blimbinggede yang rencananya digelar besok tanggal 17 Desember 2017 mendatang.

Dengan pelatih dan pengendang Pawito (52), kerawitan ini melakukan latihan di balai desa setempat, setiap seminggu 2 (dua) kali. Jika mendekati acara maka intensitas latihan itu ditingkatkan menjadi seminggu 3 kali.

Tampak, Latihan kerawitan Kusumo Budoyo Laras, di balai desa Blimbinggede, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Kamis (7/12/2017).

Ditemui di sela-sela latihan kerawitan, Ketua Kerawitan Kusumo Budoyo Laras Supiyo (51) menjelaskan, bahwa kerawitan ibu-ibu sudah cukup bagus dan suah layak ditampilkan dalam setiap event yang ada di desa.

“Ada 15 penabuh dan 2 sinden yakni Nyi Suyatmi dan Nyi Muntiana, kerawitan ini sudah mampu menampilkan berbagai gending-gending Jawa yang sangat merdu dan enak dinikmati. Makanya, kerawitan ini selalu dipakai saat ada kegiatan desa,” ungkap Supiyo (51), serius.

Sementara itu, Kepala desa Blimbinggede M. Arifin kepada rakyatindependen.com mengatakan, pihak pemerintah desa (pemdes) Blimbinggede, telah memfasiltasi kegiatan kerawitan sejak berdiri hingga sekarang ini. Mulai dari proses berdirinya hingga saat latihan-latihan yang kini mereka telah mampu tampil di muka umum.

“Di Seni Kerawitan ini, saya didapuk sebagai penasehat dan Pembina sebab kerawitan Kusumo Budoyo Laras ini, milik Pemdes Desa Blimbinggede. Hal itu, dikarenakan kerawitan ini milik desa sehingga sebagai kades saya dipercaya menjadi orang tua mereka. Dengan demikian, saya dan seluruh crew kerawitan terus bersama-sama untuk melestarikan Kerawitan yang merupakan budaya asli Jawa itu,” tegas Kepala desa Blimbinggede M. Arifin, Kamis (7/12/2017).

Para penabuh dan sinden tampak sangat bahagia sebab mereka bisa menyalurkan jiwa seni yang dimiliknya. Karena itu, dalam latihan tersebut, nampak kompak dan cukup lancar. **(Kis/Yan).

Loading...
SHARE