Home Peristiwa Baru dibuka, YES Café Digeruduk Warga Sukorejo Agar Ditutup

Baru dibuka, YES Café Digeruduk Warga Sukorejo Agar Ditutup

643
SHARE
Tampak, YES Cafe yang berada di Pertokoan Gajahmada, turut Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, yang sudah tutup, usai digeruduk warga, Selasa (5/12/2017) malam.
Loading...

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Café YES yang berada di Pertokoan Gajahmada yang berada di Jl Gajahmada, turut Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, yang baru buka perdana akhirnya harus tutup lagi, gara-gara digeruduk oleh warga setempat, Selasa (5/12/2017) malam.

Digeruduknya café yang berada di barat Stasiun Kota Bojonegoro itu, akibat pihak manajemen UD YES tak menepati perjanjian yang telah dibuat dengan warga setempat. Dimana, warga di Lingkungan RT 013 dan RT 014 itu, menyesalkan pihak managemen yang tak mengindahkan kesepakatan dengan warga.

Warga memperbolehkan café beroperasi jika karaoke itu berada di hall dengan kondisi transparan atau nampak dari luar atau bukan dengan tertutup seperti yang ada saat ini. Warga juga menolak jika café menjual minuman keras, Room Karaoke, DJ, Hall, dan Discotik, maka warga tak memperbolehkan café itu beroperasi.

Ketua RT 013 Darmono kepada para awak media membenarkan jika warga RT 013 dan RT 014 telah menggeruduk dan menutup Café YES hari Selasa tanggal 5 Nopeber 2017 malam, karena diduga pihak pengelola café tak mentaati persetujuan dengan warga setempat atas dibukanya café tersebut.

Pihaknya tak melarang mereka melakukan usaha di wilayahnya. Yang penting usaha yang dilakukan sesuai dengan kesepakatan dengan warga setempat. Jika mereka mau mentaati aturan yang ada, maka café boleh dibuka lagi.

“Jika tak mau mentaati kesepakatan itu, maka warga akan melakukan demo lagi. Warga hanya meminta komitmen pengelola YES Café untuk mentaati kesepakatan yang telah dibuat itu,” ungkapnya.

Masih menurut Darmono, jika dirinya memberikan jaminan bahwa demo yang dilakukan warga tak akan ada tindakan yang anarkis.

“Jika pihak pengelola YES Café bersedia mentaati musyawarah yang pernah disepakati dengan warga maka YES café juga bisa buka kembali. Caranya, dengan merubah kontruksi café dengan hall yang transparan sesuai dengan kesepakatan yang pernah dibuat antara warga dengan pihak managemen YES Café tersebut,” tegas Darmono.

Saat hendak dikonfirmasi terkait penolakan warga atas beroperasinya YES Café tersebut, pihak managemen Yes Café sedang tidak ada di tempat. Kondisi YES Cafe Nampak sudah sepi dan dalam kondisi tutup. Nampak, mobil patroli yang masih berada di lokasi situ **(Kis/Red).

Loading...
SHARE