Home Peristiwa Asyik Berfoto Selfi di Jembatan Kereta Api, ABG Tercebur Ke Sungai Bengawan...

Asyik Berfoto Selfi di Jembatan Kereta Api, ABG Tercebur Ke Sungai Bengawan Solo

5122
SHARE
Foto Selfi Anisa Nur Hidayati (16), ABG (Anak Baru Gedhe) asal Desa Nguken, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dikirimkan kepada temanya sesaat sebelum korban terpeleset dan terjatuh dari jembatan kereta api ke aliran Sungai Bengawan Solo, Senin (12/12/2016) sekira pukul 14.00 wib.
Loading...

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Nasib nahas dialami oleh Anisa Nur Hidayati (16), ABG (Anak Baru Gedhe) asal Desa Nguken, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Saat dia lagi asyik berfoto selfi bersama teman-temannya di jembatan kereta api yang sudah tidak difungsikan, turut Desa Dengok, Kecamatan Padangan, bocah tersebut jatuh tercebur ke aliran Sungai Bengawan solo, Senin (12/12/2016).

Akibat kejadian tersebut, korban tenggelam dan terseret arus sungai aliran Bengawan Solo yang melintasi wilayah Kabupaten Bojonegoro itu. Sudah bisa dipastikan, jika korban tercebur ke dalam sungai dan tak ditemukan ber jam-jam, maka nyawa korban sudah tidak bisa tertolong lagi alias tewas. Hingga proses pencarian dihentikan Senin (12/12/2016) petang, jasad korban juga belum berhasil ditemukan.

Kejadian itu bermula, saat itu korban bersama temannya punya acara jalan-jalan sebab harinya pas tanggal merah yaitu hari libur Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW. Sehingga dia dan teman-temanya jalan-jalan, kemudian mampir ke Jembatan Dengok yaitu jembatan perbatasan antara Padangan yang masuk Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dengan Kota Cepu yang masuk wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Tampak, kerumunan warga dan aparat setempat yang sedang menyaksikan Tim SAR mencari jasad ABG (Anak Baru Gedhe) Anisa Nur Hidayati (16), ABG yang berasal dari Desa Nguken, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Korban terpeleset dan terjatuh dari jembatan kereta api ke aliran Sungai Bengawan Solo, Senin (12/12/2016) sekira pukul 14.00 wib.

Saat itu, korban bersama teman-temanya lagi bermain diatas jembatan kereta api sambil berfoto selfi, sekira pukul 14.00 wib. Padahal, jembatan bekas relPadahal, jembatan bekas rel kereta api yang diinjaknya itu sudah banyak yang rapuh karena sudah tak terpakai lagi. Sehingga tanpa disadari, korban terpeleset dan akhirnya jatuh ke sungai bengawan solo. Sebelum tercebur ke air Bengawan Solo, korban sempat jatuh ke pondasi jembatan dulu, baru kemudian jatuh ke aliran sungai itu.

Ali Imron, warga Kota Cepu, Jawa tengah, kepada rakyatindependen.com menjelaskan, tentang kondisi jatuhnya korban foto selfi tersebut. Dimana, dia saat itu sedang melihat-lihat suasana keindahan alam di sekitar jembatan perbatasan Jawa tengah – Jawa timur itu. Tiba-tiba dia melihat bocah tersebut jatuh ke aliran Sungai Bengawan solo. Melihat kejadian tersebut, lantas Ali Imron memberitahukan dan meminta tolong ke warga sekitar dan melaporkannya kepada BPBD Kabupaten Bojonegoro.

“Saat itu saya sedang melihat-lihat suasana indahnya alam di sekitar jembatan penghubung Jawa Timur dengan Jawa Tengah itu. Tiba-tiba dari jauh, saya melihat anak itu (korban, red) terjatuh dari atas jembatan kereta api ke Sungai Bengawan solo. Saya sempat terkejut dan hampir tak percaya sebab rasanya itu kayak mimpi. Setelah saya memastikan jika itu nyata, saya langsung minta tolong ke warga sekitar jembatan dan mengadukan peristiwa itu ke BPBD Bojonegoro,” ungkapnya.

Mendapat laporan, BPBD Bojonegoro menerjunkan Tim SAR untuk melakukan pencarian dengan dibantu oleh warga sekitar. Pencarian dilakukan oleh Tim SAR dengan menggunakan perahu karet yang diawali dari titik lokasi hingga radius beberapa kilo meter dari TKM (Tempat Kejadian Musibah).

Sukirno, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro menjelaskan, paska kejadian Tim SAR melakukan pencarian terhadap korban dengan cara melakukan penyisiran di lokasi korban terjatuh dengan menggunakan perahu karet. Selain itu, Tim SAR juga melakukan penyelaman ke dalam Sungai bengawan solo.

“Mendapat laporan, Tim SAR langsung terjun ke lokasi korban jatuh untuk melakukan pencarian. Berbagai upaya dilakukan dengan melakukan pencarian dari titik lokasi jatuhnya korban hingga beberapa kilo meter dari lokasi TKM. Selain itu, pihak Tim SAR juga melakukan penyelaman untuk segera menemukan korban. Akan tetapi beberapa upaya itu belum berhasil, karena hingga petang tiba korban belum juga ditemukan,” ujar pria yang sebelumnya menjabat Kasi PMD Kecamatan Sumberrejo itu, Senin (12/12/2016).

Pencarian yang dilakukan hingga petang itu, belum membuahkan hasil. Sehingga pencarian dihentikan pada pukul 19.00 wib, dan akan dilakukan kembali besok pagi. Untuk mengantisipasi sewaktu-waktu jasad korban muncul ke premukaan air sehingga Tim SAR pada malam ini masih disiagakan di sekitar lokasi.

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo, jika menemukan atau mengetahui jasad korban, agar segera menghubungi Kapolsek, Koramil atau Kantor Kecamatan terdekat, agar bisa disampaikan ke Tim SAR agar korban bisa segera dievakuasi,” katanya berharap. **(Luh/Kis).

Loading...
SHARE