Home Peristiwa Ada Lagi Wong Jonegoro Gantung Diri. Kali ini Menimpa Warga Wadang, Ngasem

Ada Lagi Wong Jonegoro Gantung Diri. Kali ini Menimpa Warga Wadang, Ngasem

3499
SHARE
Kapolsek Ngasem AKP Dumas Barutu,SH, saat mendatangi kejadian gantung diri dengan korban Uswatun Khasanah (33) seorang Desa Wadang, RT18, RW 06, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Rabu (31/5/2017) sekira pukul 12:00 wib.

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Ada lagi, warga di Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, mengakhiri hidupnya bunuh diri dengan cara gantung diri (kendat, Jawa red). Kali ini, menimpa Uswatun Khasanah (33) seorang Desa Wadang, RT18, RW 06, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Rabu (31/5/2017) sekira pukul 12:00 wib.

Peristiwa nahas itu, diketahui paling awal oleh suami korban yaitu Edi Susanto (35), saat pulang kerja mendapati istrinya dalam kondisi gantung diri dengan seutas tali di ruang penyimpanan depan kamar mandi di rumahnya itu. Begitu mengetahui istrinya gantung diri membuat suami korban ke luar rumah dan berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

Kapolsek Ngasem AKP Dumas Barutu,SH, kepada para awak media membenarkan jika ada warga di wilayahnya melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri. Saat menerima laporan ada gantung diri itu, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian, melakukan evakuasi, melakukan olah TKP dan menanyai para saksi mata dalam kejadian tersebut.

“Dari keterangan keluarganya, korban diduga melakukan bunuh diri karena mengalami gangguan jiwa dan pernah berobat di Puskesmas jiwa Kalitidu dan ernah berobat ke Dokter Spesialis Saraf Sunarto, yang ada di Bojonegoro itu,” tegas Kapolsek Ngasem AKP Dumas Barutu,SH, Rabu (30/5/2017).

Dalam pemeriksaan korban ditemukan ciri-ciri sebagai berikut, terdapat lebam pada seluruh tubuh mayat menandakan kekurangan oksigen, panjang mayat 160 centimeter (cm), jenis kelamin perempuan, lidah menjulur, terdapat jeratan tali plasik memutar pada leher , terdapat air seni pada celana dalam korban.

Berita Terkait  Kapolres Bojonegoro Gelar Press Release dalam Pengungkapan Kasus Selama Juli 2017

Masih menurut Dumas Barutu, berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh Bidan Wiwik Aviva, bahwa korban dinyatakan meninggal dunia murni karen gantung diri dan tak ada penyebab lain. Hal itu, karena di tubuh korban tak ditemukan bukti kekerasan atau penganiayaan sebelum korban meninggal dunia.

Kapolres Ngasem AKP Dumas Barutu,SH, dengan didampingi Kanit Reskrim Aiptu Himawan,SH, menambahkan, bahwa suami dan keluarga korban melarang dilakukan otopsi dengan membuat surat penyataan bermaterai. Sehingga, jasad korban langsung diserahkan keluarganya untuk segera di kebumikan. **(Yan/Red).

Loading...
SHARE